Minggu, 03 Juli 2011

Yes He Is Mine//2Min

Pairing : 2Min
                Jino

Raiting : Terserah (?)

Author : RaeJin

Yang Baca wajib RCL!?! Yang gak RCL di makan beruang loooh #nyumpahin #ditendang

SUKA GAK SUKA BILANG SUKA #dilemparkelapindo (=,=)
Tiba-tiba terinspirasi, wkwkwk.
jadi langsung dibuatin FF

Happy reading :o

=============================

Choi Minho
Siapa yang tidak kenal namja satu ini?
Seorang anak dari keluarga terpandang.
Anak sulung dari Keluarga Choi, salah satu keluarga terkaya se-Asia.
Ketua club basket di sekolahku yang menjadi incaran namja atau yeoja.
Dan..
Seorang entertainment yang sedang naik daun.
Jadi tidak salah jika semua orang mengenalnya.

“Kyaaaaaaaa. Choi Minhoooooooo.. Choi Minhooooo. Saranghaeyoooooo” teriak semua namja dan yeoja saat Minho keluar dari mobil nya.

“Ck sebanyak itu fans nya?” Tanya ku tak percaya.

“Neee, banyak sekali. Aaaaahhh Choi Minhooooooo” jawab Jino sahabatku. Kini kita berdua berdiri di lantai dua, sedangkan fans dan ‘idola’ mereka berada di lapangan.

Minho yang baru pulang dari Hawai untuk syuting film terbarunya. Langsung pergi ke sekolah. Ck padahal jelas terlihat lelah di wajahnya namun tetap saja tersenyum manis pada para ‘pengikutnya’ itu.

“Ck ya ampuuuuuuun, Minhooo ko kamu ganteng banget ya?” komentar Yuri noona yang kini berdiri di sebelahku. Aku memutar bola mataku. Ck. “Kau tau Taemin? Aku sudah punya tanda tangannya looooh” kata Yuri Noona padaku menerbang-nerbangkan selembar kertas di depan wajahku. Siapa peduli. Jawabku dalam hati.

Sejak aku mengalahkan nya saat kejuaraan dance battle. Dan sejak saat itu juga Yuri Noona selalu bersaing denganku, namun aku tidak menganggapnya. Untuk apa bersaing denganya.

“Taemin” bisik Jino sambil mencolek tanganku, membuyarkan lamunanku.

“Wae?” tanyaku.

Jino menunjuk Yuri noona yang berada di sampingku. Aku memandang Jino dengan tatapan memang-nya-kenapa? Jino menyuruhku melihat ke arah Yuri noona. Dan aku menurutinya. Ku arahkan pandanganku kearah Yuri Noona dan ya ampuuun.

“Lepaskaaaan” teriak Yuri noona menarik kertas yang hanya berisikan tanda tangan seorang Choi Minho. Ya ya ya aku tau, memang sulit mendapatkan tanda tangan Minho, walaupun kami satu sekolah namun seorang Choi Minho selalu di kelilingi banyak namja/yeoja yang ingin berdekatan denganya. Terlebih Minho yang jarang masuk sekolah, karena jadwal syuting lah, perlombaan lah, apa lah. Ya Minho memang anak yang cerdas.

“Tidak mau kau yang lepaskan” teriak Krystal noona tak kalah keras.

“Tidak pokoknya lepaskan” kini Sica (selaku teman Yuri Nonna) membantu menarik kertas itu.

Dan Victoria (Selaku teman Krystal Nonna) menarik kertas itu juga. Tidak hanya itu, tiba-tiba teman Yuri Noona datang dan mencoba melepaskan tangan Krystal dari selembaran kertas itu.

Kini teman Krystal menarik-narik tubuh Yuri dan teman-teman nya menjauh.

Aku menatap tak percaya. Hanya untuk selembaran kertas itu? tanyaku. Ck berarti saat aku melamun tadi terjadi pertengkaran 'kecil' antara 'geng' yeoja di sebelahku.

"Ck. ck. ck" Jino berdecak dan menggeleng-geleng kepala tak percaya. Krystal dan Yuri itu sepupuan, dan kedua orang tua mereka sangat kayaaaaaaa. Karena kakek Krystal dan Yuri meninggal meninggalkan harta yang menumpuk, terjadilah pertengkaran keluarga yang berpengaruh pada mereka berdua.

"Kajja" ajaku pada Jino. Sudah bosan melihat mereka yang selalu bertengkar memperebutkan apapun. Dan kini Minho menjadi bahan 'empuk' untuk mereka perebutkan.

Minho satu tingkat di atasku, ya ya ya dia Sunbae ku seangkatan dengan Yuri dan Krystal nonna.

=======================

"Hah" aku membuang nafas saat lagi-lagi jalanku terhalang oleh Minho.

"Kyaaaaa Choi Minhoooo" bahkan jika sudah sedekat ini Jino jadi ikut-ikutan seperti namja/yeoja lain. Terpaksa aku menarik tanganya dan memutar arah.

"Selalu saja seperti ini" keluhku. Di angguki oleh Jino.

=======================

Aku duduk berdua dengan Jino, awalnya kantin terasa kosong karena memang kelasku saja yang jam kosong, tapi teman-temanku yang lain menghabiskan waktu di perpuslah, di uks lah ya pura-pura sakit, tapi ternyata hanya numpang tidur siang, dan kebanyakan temanku yang lain diam di kelas.

Dan keheningan ini jadi heboh saat namja jangkung bermata besar itu masuk ke kantin ini. Kantin ini lebih berisik dibanding pasar, lebih penuh di banding mall yang mengadakan diskon 50%.

Minho memandang kearahku tersenyum, segera ku alihkan wajahku. Melihat kini siswa-siswi 'pengikut' Minho menatap tajam padaku.

Aku lebih memilih mengajak Jino keluar dari kantin dan pergi ke kelas, walau aku tau aku masih lapar :(

=======================

Ya ya ya i know.
Choi Minho.
Namja terpintar di sekolah.
Namja terkeren di sekolah.
Namja yang mempunyai senyuman mematikan.
Namja yang bisa membuat semua orang bertekuk lutut padanya.
Namja bermata besar yang menjadi ideal semua orang.
Namja yang memiliki wajah ideal semua orang.
Namja dengan rahang nan kokoh.
Namja yang mempunyai otot yang sangat sexy.
Namja kaya namun tetap baik hati.
Namja ramah.

"Taemin kau sudah makan?" tanya Kibum umma pada Taemin. Taemin menggeleng. "Sekarang kau pergi ke kamar dan ganti baju, setelah itu kita makan siang bersama" Taemin mengangguk.

Melangkahkan kaki menuju ruangan besar. Ya kamar Taemin. Kamar ini sangat besar Jeongmal.
Taemin  merebahkan tubuhnya sebentar di atas kasur nan empuk. Sampai mendengar suara Kibum memanggilnya. Ya Ia tau Kibum bukan ibu kandungnya. Tapi dia sudah menganggapnya sebagai anaknya sendiri 

Taemin berjalan menuju tempat makan. dan membantu Kibum menyiapkan makan siang.

Minho. Choi Minho.
Namja yang sudah merusak harinya dengan pemandangan tidak mengenakan dari Yuri dan Krystal noona yang memperebutkan tanda tanganya.
Namja yang harus membuatku memutar arah, menghabiskan waktuku.
Namja yang membuatku harus menahan lapar.
Namja yang membuatku meneguk salivaku sendiri saat ia tersenyum pada orang lain.
dan namja itu adalah..

"Chagiiiiii" Minho datang dan memeluk Taemin dari belakang, mencium beberapa kali leher putih milik Taemin,sampai Taemin melangkah menjauhkan tubuhnya dari Minho.

"Ish kau sebaiknya mandi dulu Choi Minho" ucap Taemin.

"Ne ne ne" jawab Minho, mencium bibir Taemin beberapa kali dan berlari menjauh saat sang umma mulai mengacungkan spatulanya.

Kekehan kecil dari bibir tipis milik Taemin. Ck Kibum menggelengkan kepalanya menghadapi anaknya yang satu itu.

"SUAMIKU"

Tak ada yang tau, bahwa Taemin dan Minho sudah menikah sekitar 6 bulan yang lalu. Bahkan Jino sahabat Taemin tidak mengetahuinya.
Mereka bahagia hidup seperti ini.
Sangat bahagia. 

==========================

THE END or TBC ya?? *bingung*

gimana mood aja we yah #dilemparkelapindoooo (lagi-lagi=,=)

CK. YA AMPUUUUUUUN GEJE BANGET SIH (-__-")

Tidak ada komentar:

Posting Komentar