Title : Asked Heart
Genre : Yaoi/Romantic
Rating : semua umur-,-
Pairing : Choi Minho
Lee Taemin
Shim Changmin
Note : FF aneh, Geje, apalah semua ada di sini =,=
SUKA GAK SUKA BILANG SUKA #ditampar
Happy read :o
================
Shim Changmin.
Seorang namja tampan populer di sekolah SMent School,
Kapten klub basket, yang sangat digilai namja/yeoja,
Bertubuh atlentic,
Senyumannya mampu menghipnotis semua orang.
Eitsss, bukan hanya itu, ia itu salah satu namja yang berprestasi,
Bidang olahraga? Tentu saja, tapi bukan hanya dalam olahraga, tapi dalam semua mata pelajaran, bahkan ia pernah memenangkan olimpiade matematika sekorea, mengalahkan temannya Cho Kyuhyun.
"Annyeong Sunbae" sapa yeoja yang berpapasan denganya.
"Nado Annyeong Victoria-ah" ramah Changmin memberikan senyuman selamat pagi pada yeoja itu yang kini tersipu. Ramah, bukan hanya kebaikan yang diatas saja, Changmin juga ramah pada semua orang. Anak populer atau anak nerd sekalipun.
BUK
"Ah mian" yeoja berkacamata, gendut, bahkan berkawat gigi yang tak sengaja menabrak Changmin, Namun Changmin..
"Gwenchana Yuri-ah, hati-hati ne?!" meninggalkan yeoja yang kini mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia kaget, seorang siswa nerd sepertinya bisa di sapa dengan namanya sendiri. Ia kaget namja sepopuler Shim Changmin mengetahui namanya.
"Yeeeees" tak sadar kini ia meloncat-loncat seperti orang gila.
"Cih dasar gila" sekerumpulan siswa populer yang melewat di depannya menghina nya. :)
================
Lee Taemin.
Namja cantik dari kalangan anak populer di SMent School.
Seorang ketua klub dance di sekolahnya.
Salah satu siswa yang juga mengharumkan nama sekolah karena bakat dance nya.
Ia bagaikan magnet, mudah dekat dengan orang lain. Bahkan anak nerd.
"Taemin, aku ingin menanyakan soal yang ini" ucap yeoja 'jelek' berpapan nama Krystal, memakai kaca mata tebal, mendekati Taemin yang sedang berbincang dengan teman lainya.
"Ah" membalikan badannya dan menatap yeoja itu. Tersenyum manis, bahkan senyuman yang bisa membuat lebah melupakan madunya "Ini begini....." menjelaskan panjang lebar pada yeoja itu.
"Ah ne, go..gomawo" ucap Krystal tergugup saat beberapa pasang mata menatap nya tajam. Pergi meninggalkan Taemin dan teman-temannya.
"Kau tidak risih apa berteman dengan mereka?" tanya Kevin meremehkan.
"Ish risih apanya. Mereka kan teman" senyum terkembang di bibir tipis Taemin saat menekan kata teman.
"Ah terserah kau saja lah. Kajja kita pergi ke kantin" bangkit dari duduknya dan pergi ke kantin.
Taemin juga seorang siswa berprestasi, rangking Taemin tak pernah beranjak, masih betah menjadi yang pertama.
Taemin juga adalah satu-satu nya namja yang mau berteman bahkan sebangku dengan siswa dari kalangan nerd atau siswa yang sering di jauhi atau di bullying. Jadi tidak heran, Taemin mempunyai banyak teman, dari siswa tak berada sampai kalangan atas senang berteman dengan Taemin. Saat berjalan menjauhi kelas pergi ke kantin, pandanganya tertuju pada namja yang sedari tadi menundukan kepalanya membaca buku. Ia adalah salah satu siswa nerd. Dan hanya ia yang menolak kehadiran Taemin di sebelahnya.
===================
Choi Minho.
Seorang namja berkacamata tebal, berkawat gigi,
Ia bukan dari kalangan berada, namun ia berprestasi. Yah walau tak bisa menaklukan Taemin.
Tak ada yang mau berteman dengannya,
Minho mempunyai alergi terhadap anak populer. Ia sangat membenci anak populer,
karena menurutnya mereka hanya menggunakan uang bukan otak, tak salah jika ia sering di bullying.
"Minho, emm annuu aku tidak mengerti soal yang ini" Minho menatap ke arah yeoja itu.
"Mian aku tak bisa" jawab Minho, kembali membaca bukunya.
"Ck belagu" hardik yeoja itu.
Ck, sebodo amet. ucap Minho dalam hati. Pelit? Bukan, bukan pelit, hanya saja ia ingin terus mempertahankan beasiswanya. Maklum ia bukan keluarga berada.
================
"Annyeong Minho-ah" seperti biasa kini pagi hari, biasanya siswa-siswi yg terbilang emm tidak terlalu di kenal atau siswa nerd. Taemin selalu mencoba mendekati Minho. Yah seperti sekarang ia mencoba menyapa Minho, tapi nihil tak berhasil.
"Minho?" tanya Taemin lagi. Minho masih asik menatap bukunya. Ck baiklah itu tidak terlalu penting. Melangkah pergi keluar kelas.
"Nado annyeong Taemin-ah" lirih Minho.
==================
Taemin terus mencoba dan mencoba mendekati Minho, ia merasa emm, ya sedikit iba pada Minho. Ia tak mempunyai teman, satu pun. Tapi entah berapa kali Taemin mencoba, berapa kali juga ia di tolak.
"Taeminie" Puk, seorang namja tinggi memeluk Taemin dari belakang. Taemin membalikan badanya dan tersenyum.
"Huaaaaa hyuung" memeluk erat namja yang kini terkekeh melihat Taemin.
Sirik? Tentu saja. Bagi semua orang yang melihat adegan ini wajib untuk mengatakan bahwa AKU IRI. Karena coba lihat, seorang namja tampan jangkung, berbekal prestasi yang tak sedikit berpacaran dengan seorang namja cantik yang mungkin bisa mensejajari posisinya.
"Aish bogoshippo Taemin-ah" memeluk erat Taemin.
"Heheh, Nado Changmin hyuuung" jawab Taemin manja. Sudah 3 hari mereka tak bertemu, yah karena Changmin harus mengurus kepindahanya ke Belanda. Tapi kini lihatlah ia sudah berdiri bahkan memeluk namja yang sangat ia rindukan.
Appo. jerit seorang namja di sudut ruangan yang memperhatikan mereka. Menutup wajahnya dengan buku tebal di tangannya, membetulkan letak kacamatanya.
=================
"Hyung ottoke? apa yang harus ku lakukan?" tanya Minho yang baru sampai dan langsung menghampiri kamar Minseok hyungnya.
"Ck babbo" menyolor kepala Minho. "Salah sendiri setiap ia mencoba mendekatimu, kau suka jual mahal, ayolah Minho mencoba bicara padanya" pepatah hyungnya.
"Hyung, emm, aku tak percaya diri, aku kan jelek" ucap Minho sedih.
"Wae? Memangnya kenapa kau jelek? Kau sudah tau kau jelek, tapi malah menyukai namja cantik, ck bagaimana kau ini" komentar hyungnya itu.
"Ish si hyung mah" pergi meninggalkan hyungnya yang kini terkekeh geli melihat saengnya yang patah hati "Baiklah Taemin lihat besok"
================
Saat sampai kekelas, seperti biasa hanya ada Minho, yah sudah berapa kali Taemin mencoba menyapa Minho tapi selalu di acuhkan, tapi Taemin tidak pernah mengenal kalimat menyerah.
"Ann-," belum sempat Taemin menyapa. Minho sudah terlebih dahulu menyapa.
"Annyeong haseyo Lee Taemin" ucapnya seformal mungkin.
Taemin membelalakan matanya. Wow akhirnya ia bisa juga melumpuhkan namja ini.
"Wow, annyeong Minho" ucap Taemin sumringah.
"Ehh, chigoo, aku ingin menanyakan peer yang belum bisa ku kerjakan" pelan Minho, toh masih pagi, Taemin menghampiri Minho.
"Yang mana?" tanyanya.
================
Sejak saat itu hubungan Minho dan Taemin berjalan dengan baik bahkan terlalu baik.
Saat pelajaran olahraga.
"Taemin minum" ucap Changmin menghampiri Taemin. Taemin berjalan mendekat saat suara bass Minho menghentikan langkahnya.
"Taemin minum" tawar Minho mengacungkan sebotol Aqua ke arah Taemin.
Taemin memutar arah dan berjalan kearah Minho, tak lupa tersenyum ke arah namja chingunya itu.
"Emm mungkin ia lebih suka air dingin" lirih Changmin berusaha bersikap tegar. Dan berprasangka baik.
================
"Taemin, kajja pergi ke kantin" ajak Changmin saat bel berbunyi.
"Mian hyung aku sedang membahas soal yang baru saja di ulangankan tadi. Kau pergi saja duluan" jawab Taemin, bahkan tidak mengalihkan pandanganya dari buku tebal milik Minho.
"Mungkin ia sedang sibuk belajar" mencoba berfikir positive lagi. Tersenyum dan pergi melangkah ke kantin.
=================
Hari demi hari, minggu demi minggu berlalu. Minho dan Taemin semakin dekat dan tambah dekat. Ya walau kini Changmin berada di sebelah Taemin yang sedang kerja kelompok di perpus.
"Ah hyung mian, tolong carikan buku sejarah. Mian" mohon Taemin pada Changmin yang sedari tadi menggunakan earthphone di telinganya. Ya karena namja tampan ini di abaikan sendiri, seperti menganggap dirinya tak ada.
"Ah, ne. Gwenchana" berdiri dari duduknya, berjalan ke arah rak buku. Huft mencari kesana-kemari dan mendapatkanya.
"Ini?" menyerahkan buku tebal itu.
"Ah ne hyung, tapi Minho sudah menemukannya tadi, lebih baik kau simpan saja lagi" jawab Taemin, bahkan tak menatap segurat kecewa di mata Changmin.
"Oh. oke" berjalan ke arah rak tad. "Ck babo, kenapa mencari buku itu saja sulit" masih mencoba berfikir positive.
================
"Ah, mian aku terlambat" duduk di depan Minho.
"Gwenchana" jawab Minho dan kembali ke buku yang kini ia pelajari.
"Taemin saranghaeyo" ucapku akhirnya.Minho sudah terlalu lama menahan ini semua. Taemin terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam kantung celana nya, menatap handphone nya daaan
"Nado" jawabnya
================
"Bagaimana?" tanya Minho membuyarkan lamunan Taemin.
"Ah ne hyung" jawab Taemin kagok.
"Hyung?" ulang Minho.
================
Hari ini jam kosong, semua siswa bebas. Sejak aku dan Taemin berpacaran, tak ada yang berbeda semua sama hanya saja sikapnya berubah, menjadi pendiam.
Ku langkahkan kakiku ke toilet ya biasanya saat jam kosong seperti ini aku lebih memilih diam di kelas namun karena panggilan alam, mau tidak mau aku pergi ke toilet.
"Hiks..Hiks..Huhuhu" terdengar isak dari arah UKS. Ku hentikan langkahku. Dan mencoba mendengar semuanya.
"Ish Taemin sudah" ucap salah satu dari mereka, entahlah aku tidak tau itu siapa.
"Hu hu hu" masih menangis. Dada ini sesak saat mendengarnya menangis.
"Ceritakan pada kami semua otte?" pinta temanya.
==================
"Taemin" teriak namja jangkung mencoba mensejajarkan langkahnya. "Tiga bulan lagi aku pergi Taemin" memandang ke arah bola matanya itu.
"Ne hyung, arra. Tapi saat ini aku sudah terlambat. Annyeong" hilang.
=================
"Taemin, kajja kita pulang?" ajak namja jangkung itu.
"Mian hyung aku ada kerja kelompok" jawab Taemin.
"Lagi?" tanya namja jangkung itu.
"Ne. Hehehehe" jawab Taemin mencium pipi namja tampan itu dan pergi.
================
"Taemin umma appaku ingin bertemu denganmu" teriak heboh namja jangkung itu.
"Jinja?" tanya Taemin. Changmin mengangguk mengiyakan. "Horeeeeeee" suara Taemin senang.
-di rumah Changmin-
"Annyeong Ajhumma" sapa Taemin menunduk.
"Wah ternyata kau cantik, tidak salah Changmin memilihmu" ucap Jae umma.
Semburat merah di muncul di pipi Taemin.
"Kajja kita makan siang" ajak Jae umma.
Saat semua sedang makan dalam hening tiba-tiba.
"Ottoke?" panik Taemin.
"Wae?" tanya Yunho appa.
"Aku. Aku lupa ada janji" ingat Taemin.
"Aish kok bisa?" tanya Changmin, Taemin masih panik. "Baiklah kajja" ajak Changmin.
"Mian ajhumma, ajuhussi. Anneyong" pamit Taemin.
"Stop hyung" pekik Taemin dan turun dari Mobil.
Changmin menghentikan mobil nya. "Baik hyung. Annyeong" Taemin turun dari mobilnya. Changmin menatap Taemin yang kini berlari terpogoh-pogoh pada namja yang sedang menunggunya. Tidak terasa, air mata Changmin jatuh.
"Baiklah, aku merelakanmu" lirih Changmin, merogoh handphonenya dan mengetik pesan untuk Taemin.
================
"Ah, mian aku terlambat" duduk di depan Minho.
"Gwenchana" jawab Minho dan kembali ke buku yang kini ia pelajari.
Handphone Taemin berbunyi. Taemin membuka handphonenya dan
"Taemin saranghaeyo" ucap Minho akhirnya.
Drttt... Drrtt.
Handphone Taemin berbunyi.
From : Changmin Hyung ^-^Nae Taeminku. Aku sangat mencintaimu. Sangaaaat.Tapi, aku merelakanmu pergi. Sungguh.Semoga kau bahagia bersamaa Minho.Dan aku pun akan mencoba mencari penggantimu.Annyeong.Sarang
Taemin tercekat melihat sms itu namun, kini Taemin menatap Minho dan "Nado"
================
"Pabbo, Lee Taemin pabbo, mengapa kau malah pergi hah?" tanya salah suara di dalam, aku tidak tau siapa, karena kini aku hanya menguping.
"Entahlah yang ada di otaku hanya Minho. hiks. Minho. Choi Minho, ia menunggu ku, menunggu" pekik Taemin.
"Itu artinya kau mencintainya" ucap suara lagi, entah aku tak tau.
"Ne. Yah bisa di bilang memang kalian tidak bukan SANGAT tidak cocok, tapi jika kau mencintainya ya-,"
BRAK
Pintu itu ku dobrak kasar. Membuat semua orang yang ada di dalamnya kaget memandangku.
"Anni" aku menggelengkan kepalaku.
"Mi..Minhoo" ucap Taemin.
"Bukan, kau bukan menyukai, bahkan mencintaiku, tapi kau hanya kasian padaku. Namja yang kau cinta itu sebenarnya Changmin kan?" tanya ku sedikit membentak.
"Mi..minhooo" Taemin kaget.
"Hah" ku buang nafasku berat. "Pergi lah. Ia belum berangkat, masih ada waktu. Cepat pergi, kejar dia Taemin. Kejar" ucapku tecekat, terlalu sesak.
Taemin menatapku, beberapa menit kemudian ia berdiri dan berlari meninggalkan ku, menatapku sebentar mencium pipiku tersenyum. "Gomawo" teriak Taemin dan kembali berlari. Berlari ke arah namja yang memang sedang menunggu nya sekarang, aku yakin.
"Gomawo Taemin-ah" lirihku melihat punggungnya yang telah hilang menuju cinta sejati nya *Minho gigit jari*
=================
"Hyuuuuung. CHANGMIN HYUUUUUUUUUUUUNG" teriak Taemin saat sampai di bandara. Pandanganya tertuju ke segala arah namun, tak menemukan orang yg dimaksud.
"Taemin?" suara itu, suara yang sangat Taemin kenal, Taemin membalikan badannya, memeluk tubuh namja jangkung itu.
"Hu... hu... hu... Mianhee" tangis Taemin.
"Uljuma, aku tau kau pasti datang" Changmin mengelus punggung sempit Taemin.
"Mianhe hyung" melepaskan pelukanya, menunduk.
"Gwenchana" jawab Changmin "Taemin, tatap aku!" pinta Changmin.
Dengan susah payah akhirnya Taemin memandang dalam mata Changmin, Changmin menarik dagu Taemin dan.
CHU~
"Bogoshippo" kata Changmin melepas ciuman mereka.
"Nado hyung" memeluk lagi tubuh namja jangkung itu. *Minho gigit sendal-Kyuhyun peluk Sungmin (?)*
================
=THE END=
Note : HUAAAAAAAAAAAAAA akhirnya bisa juga melepaskan 2min hahahaha *bonamana*, salah Minho sendiri selingkuh mulu ama yeoja genit amit-amit =.=
Sebenernya ni FF puanjaaaaaaang amet, tp di potong-potong di jadiin 1 shoot gtu loh *bow*
YANG BACA WAJIB RCL :)
yg gk di sumpahin gendut *kejam*
<photo id=1></photo>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar