Title : MAGIC (pasti gk nyambung-.-)
Pairing : Lee Jinki, Lee Taemin and Other
Author : RaeJin
==============
“HYUUUUUUUUUUUUNG cepaaaaat” teriakan keluar dari mulut namja cantik itu kesal.
“Sebentaaaaaaaar” teriaku. “Ah selesai” segera berlari kearah dongsaengku yang manis itu. “Kekeke” terkikik geli saat melihatnya marah sungguh menggemaskan. “Kajja kita pergi. Sudah terlambat” ajakku.
“Dari tadi hyuuuuuung” teriak Taemin, naik ke boncengan sepedahku.
Annyeong, Jinki imnida, ah Lee Jinki. Aku seorang siswa SMU kelas 1 di salah satu sekolah terbaik di Seoul. Dan Lee Taemin, panggil saja Taemin, adalah adikku. Aku sangat menyayanginya tapi aku tidak yakin Taemin akan menyangiku seperti aku menyayanginya. Heheh. Appaku sudah lama meninggal dan kini aku hanya tinggal bertiga dengan ummaku di sebuah rumah yang tidak besar namun juga tidak kecil.
Tapi kau tau? Ada yang aneh dengan dongsaeng kecil ku itu, Ia sangat menyukai berbagai ilmu aneh, yang mungkin bagi beberapa orang itu terlihat sangat mengganjal yah bukan hanya beberapa orang, bahkan aku pun berfikir begitu. Banyak yang menyebut itu ilmu sihir.
===========
HUP
Tubuh ramping Taemin turun sengaja dari sepedahku, membuatku sedikit tidak seimbang namun dengan cekatan dapat ku imbangi lagi.
"YAK LEE TAEMIN" teriaku kesal, tpi Taemin sudah lari berlalu meninggalkanku. Ck faktor usia yang hanya terpaut satu tahun membuat ia tidak terlalu menganggapku hyungnya. Yah tapi ia Taemin, dongsaeng yang sangat aku sayangi.
==========
"Ish kenapa lama sekali" sebal Taemin saat ku menjemputnya tepat di depan sekolahnya.
"Mian" jawabku "Kajja sudah sore" ajaku pada Taemin, tapi kini ia malah semakin sebal. Ish baiklah aku menyerah melihat wajah imut dongsaengku itu "Ne, nanti aku belikan Escrim rasa pisang" seulas senyuman terpangpang di bibir tipis Taemin.
"Jinja hyung?" tanya Taemin lucu, aku mengangguk. "YEEE. GOMAWO HYUNG. SARANG" Taemin memeluku. Terkekeh geli melihat tingkah lucunya itu. Ck dasar Taemin.
=========
"Emmm" tidurku terganggu saat pintu kamarku terbuka keras. Dengan susah payah ku buka mataku. "Hah.. Wae Taemin?" tanyaku saat kukenali sosok namja ramping yang kini tengah berdiri di depanku.
CEKLEK
Kunyalakan lampu kecil di meja belajarku yang berposisi bersebelahan dengan kasurku. Ku bulatkan mata sipit ku. Taemin menangis.
"Taemin? Kau.. Kau menangis?" tanyaku kaget. Mendudukan tubuhku.
"Hiks. Hyuuung" kata Taemin, aku tau ia menahan isaknya.
"Wae?" tanyaku.
"Hyung aku mimpi buruk huhuhu" tangis Taemin mendekatkan tubuh rampingnya di sebelah kasurku.
"Hanya mimpi Taemin-ah" ucapku menenangkan. Kulihat ia menggenggam sebuah buku tebal, ku kerutkan alisku. "Buku apa itu Taemin?" tanyaku.
"Hyung boleh aku tidur disini?" tanyanya.
"Tentu, kajja!" aku meraih Taemin dan kini Taemin tertidur di sampingku. Ku hapus airmata Taemin.
"Hyung, jangan pernah tinggalkan aku ne?" tanya Taemin yang membuatku kaget. Taemin masih menutup matanya.
"Tentu" jawabku.
"Yaksok?" tanya Taemin masih memejamkan mata.
"Ne. Yaksok" jawabku.
Taemin tersenyum "Saranghae hyung" lirih Taemin.
"Nado" jawabku. Ku rebahkan tubuhku di samping tubuh Taemin yang kini tengah terlelap tidur, ingin tau apa yang di mimpikan Taemin. Penasaranku membawaku pada tidurku.
============
Mataku terbuka perlahan ketika cahaya matahari masuk melewati jendela kamarku.
"Emmm" ku angkat tubuhku perlahan. Huft aku sungguh masih mengantuk, ku arahkan pandanganku kearah Taemin kemarin tidur, dan tak ada sosok mungil itu ku arahkan pandanganku ke arah jam dingding dan GLEK aku sudah terlambat.
Tanpa aba-aba segera ku berlari kearah kamar mandi. Ku buka keran air saat mataku tertuju pada tanganku, serasa ada yang aneh, emm tanganku terlihat lebih mulus. Ah masa bodo, aku tidak memperdulikannya, karena sekarang aku sudah terlambat, entah apa yang akan dikatakan Taemin nanti.
DEG
Saat melewati kaca yang cukup besar di kamar mandi, terasa ada yang mengganjal. Ku arahkan langkahku ke cermin itu dan, betapa aku kaget dengan hal ini. Ku pejamkan mataku lalu ku buka tak berubah. Ku pukul-pukul kepalaku, tak berubah. Apa ini?
"HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" teriak ku refleks.
Umma yang mendengarku teriak langsung menggedor pintu kamar mandi.
"Taemin-ah gwenchana?" tanya umma panik. Tak ku hubris, pandanganku telah terkunci melihat bayangan Taemin di cermin yang kini kupandangi. "Taemin. Taemin wae?" teriak umma lagi.
"MENGAPA AKU BERADA DI TUBUH TAEMINNNNNNNNN"
================
=To Be Countinue=
Lalalalala geje sekali saya ini =/=
HUAAAAA KESENENGAN UDAH UKK!!
RCL WAJIB!! =....=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar