Minggu, 03 Juli 2011

FAITHFUL//2Min//1Shoot

Pairing : 

Taemin

Minho

Kevin

Author :

Kim RaeJin

NOTE :

Ini epep adalah lampiasan dari UAS =.=
ayoo leader bantu berdoa semoga UAS nya di mudahkan dalam nyontek menyontek #PLAK

===============

SUKA GAK SUKA BILANG SUKA #dilempar

Happy Reading

=================

"Mian hyung, kau tau kan aku sudah punya Minh-,"

"Memangnya salah?" ucapan namja cantik di depannya segera terpotong oleh ucapan namja berawakan tinggi yang sedang berdiri di depan nya.

Diam, tak berani menjawab hanya menunduk.

"Taemin dengar aku" memegang kedua lengan kecil milik namja cantik yang biasa di panggil Taemin.

"Mian" melepaskan kedua tanganya dengan sedikit kasar, mundur beberapa langkah, membalikan badan berlari, namun..

"Jika kau menolaku lebih baik aku mati"

DEG

Menghentikan langkah kakinya masih memunggungi namja dibelakangnya itu yang kini nekat menaiki pagar penghalang antara beranda atas dan halawan sekolah di bawahnya.

"Aku tidak main main Taemin" mencoba menaiki pagar itu hingga ia berdiri di atas pagar itu membelakangi Taemin. "Hanya satu kali hempasan dan-,"

BRUUUK

Tubuh namja tampan itu jatuh kebelakang mengenai namja cantik yang baru saja menariknya. Dan keduanya kini terjatuh bersama dengan badan namja tampan itu di bawah namja cantik itu. Memperindah pemandangan atap sekolah di sore hari. Angin sore berhembus dingin seperti mendukung. 

Mulut namja tampan itu tertarik ke pinggir, menyunggingkan senyuman. Senyuman yang amat tampan mempererat pelukan itu.


Aku tak mampu menyakitimu
Aku tak sanggup untuk menduakanmu

===================

CKLEEK

"Taemin kau dari mana?" tanya namja cantik bermata kucing itu, saat mendengar suara pintu terbuka, lihat lah jam sekarang jam 8 malam, dan sekolah sudah bubar sekitar 6 jam yang lalu.

"Ah anni hyung, aku baru saja kerja kelompok di rumah teman" jawab Taemin lemas.

"Arra sana mandi" tangan kekar itu menjulur mengusap rambut merah Taemin, mengacaknya. Taemin tidak mampu meatap matanya hanya anggukan.

"Ne Minho hyung" masih menunduk. Berjalan menjauh menuju kamar nya.


Aku tak mampu menyakitimu
Aku tak sanggup untuk menduakanmu

======================

"Kenapa kau tidak membalas sms ku?" masih di atap sekolah, menjadi saksi bisu terjalin nya hubungan terlarang ini.

Tak menjawab masih berkutat menatap langit yang sangat cerah, berbaring menghadap langit. Entah sejak kapan namja cantik ini mulai menyukai pemandangan ini, angin semilir yang melintas membuat rambut merahnya sedikit bergoyang. Membuang nafas berat.

"Kenapa tak menjawab hem?" mendekati Taemin dan berbaring di sebelahnya, namun pandangan nya bukan pada langit biru yang begitu indah, tapi ada pemandangan yang menurutnya lebih indah. Menatap Taemin.

"Pulsa ku habis" menjawab seadanya.

"Heemm arra" mendudukan tubuhnya yang kekar, mengeluarkan handphone dari dalam saku celananya, bermain sebentar dengan handphone layar sentuhnya itu. Sebuah senyuman terhias di wajah tampanya. "Done" ucapnya memasukan kembali handphone nya. Tak berapa lama.

Drtt...Drrtt..

Getaran dari celana Taemin, mau tidak mau ia harus mengubah posisi nya itu agar bisa meraih handphone nya itu.
Menautkan alis tebalnya. Ada 6 pesan baru.

5 pesannya tentu saja dari Minho, dan yang membuatnya bingung satu pesan itu.

"Sudah masuk?" tanya namja tampan itu.

"Apanya?" tanya Taemin bingung dan tak lama "Aigo kau mengisi pulsaku sunbae?" ucap Taemin kaget, tentu saja pulsa yang di beri bukan dalam nominal kecil.

Mengangguk riang "Ne agar kita bisa terus berkomunikasi, Lain kali jika pulsa mu habis, kau bisa mencariku arra?" tanyanya.

Sedikit tertegun. "Ne gomawo Kevin Sunbae" masih menatap layar handphone touch nya.

"Ehehehe. Ne cheonmayo. Apa yang tidak untuk nae Taeminku" masih tersenyum. 

DEG

Taemin masih menunduk membaca sms dari Minho. Tidak sengaja, namun membuatnya penasaran dan membacanya.

FROM : Nae Kelolo

Hwaiting!!
Sekarang ulangan Sejarah ne? Go Nae Taeminku. Hwating!!
GO GO GO. 
Semoga kau berhasil mengerjakanya.
HWAITING BABY ^-^

"Taemin kau mendengarku?" tanya Kevin.

"Eh ne. Wae sunbae?" tanya Taemin salah tingkah, membuyarkan lamunanya. Memasukan handophone nya ke dalam celana panjangnya dengan tergesa.

"Emm bisakah kau jangan memanggilku sunbae?" tanya Kevin. Taemin terlihat sedikit cemas "Ah anni, ne aku tau aku ini seniormu, tapi hubungan kita bukan hanya sekedar senior dan junior kan?" ralat Kevin gugup, ya gugup.

"Emmm..." Taemin terlihat canggung.

Teng Teng Teng.

Bel tanda masuk berbunyi.

"Ah sudah masuk rupanya, baiklah" berdiri dari duduknya, mengulurkan tangannya kepada Taemin "Kajja kita ke kelas" ajaknya.

"Ah ne" menerima uluran tangan itu.


Ku tak mungkin mencintaimu
Karena hatiku telah dimiliki dia

==================

Masih menatap takjub handphone nya. Tidak percaya Kevin itu sangat kaya.
Jika ia telat membalas sms 15 menit saja, pulsanya sudah bertambah lagi.

"Sedang apa?" memeluk tubuh ramping Taemin yang sedang menatap jendela nya, membiarkan jendela nya terbuka, membuat rambut merahnya sedikit bergerak oleh angin yang menghembuskannya.

"Ah ne sunbae" ups terlalu kaget, segera membalikan badanya menghadap Minho yang kini terlihat bingung, masih menyembunyikan handphone di belakang tanganya. Tersenyum manis membalas tatapan bingung Minho.

"Sunbae?" ulang Minho.

"Hahahaha, aku terlalu kaget hyung" masih tersenyum.

Menautkan alisnya tanda semakin bingung. "Ah ne" jawab Minho mengangguk. Tapi hatinya tentu saja curiga, tapi mencoba membuang semua pilkiran negative nya.

"Kajja makan hyung" melepas rangkulan Minho berjalan cepat, mendepani Minho yang masih menatapnya dari belakang.

"Sunbae?" masih bertanya dalam hatinya, entahlah tapi di dalam sana sudah mulai sakit. Jeongmal.

"Pabboya" meruntuk diri sendiri berbisik. Memukul kepalanya.


Kau tak mungkin memiliki ku sepenuh hati
Aku hanya ingin setia

====================

"Mengapa tak membalas smsku" oh ayolah sekarang sudah pukul 2 pagi, semua penghuni drom sudah tertidur, namun harus terbangun mendengar telepon yang terus menganggu. Siapa lagi kalau bukan Kevin.

"Mian aku lupa" masih setengah sadar dan tidak.

"Ish kenapa bisa lupa" tanya namja di seberang sana mulai kesal.

"Molla" jawab Taemin.

"Kau itu ya" meruntuk Taemin.

"Sunbae nanti saja ya, aku sangat mengantuk sekarang. Annyeong" menutup telponya. Membuka batre handphone nya. Dan kembali ke kamar. Tidur di sebelah Minho, beberapa menit kemudian Taemin kembali ke mimpinya.

"Nuguseyyo?"  bisik Minho tepat di telinga Taemin, namun Taemin tidak mungkin mendengarnya.


Aku hargai ketulusanmu
Untuk cintamu tapi ku milik dia

==================

"Aku kan sudah bilang aku lupa, Sunbae" terdengar kesal, yang benar saja. Ia sudah mengatakan itu berpuluh-puluh kali, dan masih sama jawaban namja jangkung itu.

"Bohong" 

"Terserah kau sunbae" berjalan menjauh, Menuju pintu masuk ke dalam gedung sekolah.

Tapi terhenti saat ada yang menarik tanganya. Memaksanya untuk kembali ke tempat awalnya, atap sekolah.
Memeluk Taemin "Mianhe, Jeongmal" mengeratkan pelukanya. Tak membalas pelukanya itu. Taemin hanya memandang langit, ia bisa merasakan jantung Kevin berdetak kencang, tapi tidak dengan jantungnya.


Ku tak mungkin mencintaimu
Karena hatiku telah dimiliki dia

===================

"Dari mana? Kerja kelompok lagi em?" baiklah Taemin mulai kesal dengan pertanyaan-pertanyaan yang di tunjukan kepadanya. Oh ayolah ia hanya terlambat 30 menit, dan sekarang ia di introgasi layaknya seorang koruptor.

"Ish kau itu" memukul kepala Minho yang masih menatap tajam Taemin. "Kajja kau pasti lelah, umma sudah memasak makanan kesukaan mu" ajak Key.

Semburat senyum mengembang di bibir Taemin, mengangguk dan berjalan mengikuti Key kearah dapur, belum sempat mengganti pakaianya.

"Haaaaaaaah" nafas panjang Minho, lagi-lagi tak mendapat jawaban.

====================

"jumuseyo" lirih Minho, Mencium pipi Taemin.

"Hmm, ne, nado jumuseyo hyung" jawab Taemin. Kembali ke alam mimpinya.

"Haaaaaaah" lagi-lagi membuang nafas berat. "Saranghaeyyo jagii" mencium pipi Taemin lagi. Dan menidurkan tubuh tegapnya di sebelah Taemin.

====================

"Taemin ada yang mencarimu" saat bel istirahat berbunyi teman Taemin langsung meneriaki nya.

"Nugu?" tanya Taemin malas, ia sudah terlalu kenyang makan di drom, jdi ia berinisiatif menghabiskan waktu istirahatnya di kelas.

"Kevin Sunbae" jawabnya.

Dengan berat hati Taemin mengiyakanya.

=====================

"Wae Sunbae?" tanya Taemin malas.

"Anniyo, aku hanya ingin bertemu denganmu, Bogoshipo" memeluk Taemin. Seperti biasa Taemin tak meresponnya.

"Sunbae, aku lapar. Aku ke kantin dulu ne. Annyeong" melepaskan pelukan Kevin, melangkah mundur, dan menjauhi Kevin. Ayolah ia tidak bisa terus membohongi Minho, terlalu sakit.


Ku tak mungkin mencintaimu
Karena hatiku telah dimiliki dia

======================

"Tumben kau pulang jam segini" komentar Jonghyun. Ayolah pulang terlambat ia selalu di introgasi, dan kini saat ia pulang lebih cepat, di tanyai juga.

"Mana Key?" tak memperdulikan pertanyaan Jonghyun, hanya menjawab dengan pertanyaan lagi.

"Molla" jawab Jonghyun.

"Kau mau kemana hyung?" tanya Taemin.

"Aku akan pergi kencan dengan Jino. Byeee" melambaikan tanganya. Menyebalkan.

Kini ia di drom seorang diri. Onew yang kemungkinan pergi dengan Key, sedangkan Minho, biasanya jam segini ia tidak ada di drom.

Menghempaskan tubuh mungilnya di ranjang besar miliknya dan Minho. Menutup matanya lelah. Hingga tertidur.

========================

"Heeeeeeeem" masih setengah tertidur.

"Sudah bangun?" suara bass di sebelahnya. Terlihat dingin dan jutek.

"Kau sudah pulang hyung?" tanya Taemin masih setengah sadar, mengucek matanya.

"Kalau belum, siapa yang kau lihat kini?" dingin. Masih enggan menatap kedua bola mata Taemin yang berkerut tanda bingung. Membolak-balikan majalah sport di tanganya. Karena Minho yang cuek, Taemin lebih memilih kembali tidur. "Oh ne, tadi Sunbae mu telpon"

DEGDEG

Dengan segera membuka kelopak matanya. Kantuknya hilang seketika. Apa tadi. Minho bicara apa? Apa hanya imajinasinya. Segera berdiri dari tidurnya mencari handphone nya.

"Aku meletakanya di meja depan. Terlalu berisik" masih membulak-balikan majalahnya.

Taemin segera berlari ke luar kamar, dan menemukan handphonya di luar. Beberapa detik kemudian handphone itu kembali berbunyi.

"Angkat saja. Berisik" teriak Minho dari dalam kamar.

DEGDEGDEG

"Hal-,

Belum menjawab namja di seberang sana sudah memarahinya "YAAK mengapa kau tak menjawab telpon? Apa kau takut Choi Minho?"

DEGDEGDEG

"Choi Minho?" ulang Taemin.

"Oh ne, aku lupa. Tadi terlalu berisik, aku tidak sengaja mengangkat telpon dari namja mu itu mian" berlalu masuk ke kamar.

"Mian"  memeluk tubuh Minho dari belakang. "Hiks" mulai terisak. Minho membiarkan baju nya basah. Tak tega. Minho membalikan tubuhnya dan memeluk Taemin. "Mianhe hyung, Jeongmal Mianhe" terus terisak, bahkan semakin keras.

"Ini juga kesalahan-,

"Anni hyung tak salah" mengelengkan kepalanya di dalam dada bidang Minho "Ini semua salahku. Salahku hu hu hu" semakin mengeratkan pelukan itu.

"Sudah berapa lama?" saat melihat Taemin dalam pelukanya mulai menenang, mencoba bertanya.

"Hanya.. hiks... satu...hiks bulan.. hiks hyung" jawabnya masih terisak.

"Karena itu kau pulang telat?" tanya Minho lagi.

"Anni" menggeleng masih dalam dekapanya.

"Sudah melakukan apa saja hem?" tanya Minho.

"Tak melakukan apapun" 

"Berciuman?" menggeleng. Menarik dagu Taemin. Menatap tajam langsung kearah bola matanya yg masih mengeluarkan air mata. 

CHU~

Mencium bibir Taemin, melumatnya sebentar dan melepaskannya.

"Pegangan tangan?" menggeleng.

"Berpelukan?" diam Taemin tak menggeleng. "Haaaaaaaah" Minho membuang nafas dan semakin memper erat pelukanya. "Hanya itu?" Taemin mengangguk mengiyakan. "Jangan kau ulangi ne?" Taemin kembali mengangguk. "Yaksok?" Kembali mengangguk. Melepaskan pelukanya. Dan memegang erat bahu Taemin, menyuruh namja itu menatap matanya. "Sekarang sudahi ne?" 

Taemin diam, masih tak mau menatap mata Minho. "Ne" lirihnya.

=====================

"KAU GILA" teriak Kevin saat Taemin mengutarakan persaan nya.

"Mian" menunduk.


Kau tak mungkin memiliki ku sepenuh hati
Aku hanya ingin setia

"Anni, aku tak akan memaafkanmu" memegang erat pundak Taemin. "Aku mencintaimu Taemin"

"Mian, tapi aku tidak bisa" jawab Taemin.

"WAE HAH? WAE?" mulai putus asa.

"Aku hanya ingin setia" kini berani menatap mata Kevin. Saat merasa tangan kekar Minho melingkar di pinggang Taemin.

"Kau GILA. KALIAN GILA" teriak Kevin dan pergi.

"Wae?" tanya Minho saat menyadari Taemin menangis. "Apa kau menyanginya?" tanya Minho mencoba tegar. Taemin segera menggeleng. "Terus? Kenapa?" tanya Minho.

"Aku.. Aku.. Aku hanya takut hyung" jawab Taemin.

"Takut? Wae?" tanya Minho.

"Aku takut kau meninggalkanku" mulai menangis.

"Aish itu tidak mungkin jagiiii" memeluk Taemin.

"Saranghae" lirih Taemin.

"Nado sarang" mempererat pelukanya.

"Mian" 

"Gwenchana"

"Saranghae"

"NADO JAGI" 


Ku tak mungkin mencintaimu
Karena hatiku telah dimiliki dia
Kau tak mungkin memiliki ku sepenuh hati
Aku hanya ingin setia
Aku hanya ingin setia


=THE END=

=============================

Lalalalalala GeJe.Com
=.= GEJE NYAAAAAAAAAAAAAAAAA =.=

yang baca RCL yooooooookkkk!! 

oh ne, jgn lupa doakan saya, semoga di mudahkan dalam UAS (cat : mudah menyontek) #PLAK ekkekek #streees

Tidak ada komentar:

Posting Komentar