Title : Backstreet
Author : RaeJin
Cast : Onew, Jonghyun, Key, Minho, Taemin (lg rajin nulis)
Note : YANG GAK SUKA YAOI MINGGAT AJA DENG!! JANGAN BACA!!
Part 1
===============
"Taemin percaya padaku"
'Tidak mau'
"Aku hanya mencintaimu"
'Bohong'
"Aku akan segera kembali"
'Tak peduli'
"Tolonglah hilangkan sifat manjamu itu"
'Baik'
"Kau juga harus tetap mencintaiku. Arra"
'Kau egois'
"Kalau begitu, aku pergi dulu. Annyeong"
"Ne. Annyeong hyung"
============
Malam hari Taemin mempunyai penyakit. Anni bukan, lebih tepatnya kebiasaan. Ia bangun dari tidurnya dan melangkah ingin buang air. yah inilah rutinitas yang Taemin jalankan (?) Ya itu pergi ke toilet.
Ia melirik kearah kasur di sampingnya. Kosong. Menatap kasur kosong itu tak berapa lama, dan memutuskan untuk kembali tidur, ini.. ini terlalu sakit.
Tak berapa lama ia kembali bangkit. Ia tidak bisa menahan nya. Dengan perlahan ia mengedap-ngedap keluar dari kamar, tak ingin dan tak berniat menimbulkan suara apapun, sampai suara mereka yang ia dengar sekarang.
"Yak Minho. kau apa-apaan sih?" tanya namja cantik menatap tajam dengan mata kucingnya kearah namja yang lebih tinggi.
"Kekekke" hanya kekehan yang keluar dari mulut namja tampan itu.
Taemin. Taemin kini berdiri mematung memandang dua sosok yang ia cintai, tengah melakukan kesalahan. Anni, cinta tidak salah, hanya saja salah. salah karena tak memberitahunya.
'Taemin kau telah biasa. kau telah terbiasa' berulang kali, Taemin mengulangnya terus-menerus di dalam hati. Yah. Taemin memang sudah sering melihat kejadian itu. Tepatnya tiga bulan yang lalu...
==========
"Loh. Hyung, Umma dan Minho hyung dimana?" tanya Taemin kearah Onew. Menarik-narik lengan Onew karena merasa ia di abaikan.
"Umma mu akan pergi keluar. Kalo si alien.. emmm.. entahlah" jawab Jjong. Taemin mengangguk-ngangguk mengerti.
"Chakkman" tiba-tiba Taemin berteriak, membuat kedua hyung nya berhenti.
"Waeee?" tanya Onew yang merasa terganggu acara makanya.
"Handphone ku ketinggalan. Hueeeee. otthoke?" Taemin berniat mengeluarkan air matanya.
"Yak. Dasar babbo" hina Onew.
"Antar aku hyuung. Jebbal!!" Taemin meletakan kedua tangannya di depan mukanya. mengeluarkan jurus puppy eyesnya.
"Annio. Malas" jawab Jjong.
Taemin mencibir dan pandangannya tertuju kembali pada Onew.
"Emmm" Onew terlihat berpikir keras "Kau ambil senidir saja. Byeee" dan Onew pun melangkahkan kaki pergi. Taemin mencibir, sedangkan Jjong hanya tertawa melihat tingkah hyungnya itu.
--------
Taemin melangkah kan kaki dengan pelan, karena sedang mengingat-ingat dimana ia menyimpan handphonenya. Saat telah sampai pada suatu ruangan yang di pintunya pun masih bertulisan SHINee. Taemin menghentikan langkahnya. saat hendak ia memasuki ruangan, pandanganya melihat kearah dua namja yang sedang berpincang. pikiran usil pun masuk ke otak Taemin.
Saat Taemin hendak melangkah untuk mengagetkan kedua hyungnya itu. Langkahnya terhenti oleh sebuah tamparan keras.
PLAK
Taemin mematung, ia melihat jelas, sangat jelas kearah Key yang menampar Minho. Dan Key menangis... benar Key menangis.
"Key. Jangan bohongi perasaanmu!" pinta Minho
"YAK CHOI MINHO. KAU... hiks... SEENAKNYA..hiks.. MENGATAKAN KAU MENCINTAIKU... hiks.. SAAT KAU SUDAH... hiks.. BERSAMA TAEMIN... hiks... APA.. hiks.. KAU... hiks.. SEDANG MEMPERMAINKANKU.. hiks?" tanya Key tersedu.
"Anni. Key" Minho menunduk menatap lantai. "Aku, memang mencintaimu. Aku..." Minho menggantung kata-katanya "Aku.. Aku merasa bosan jika terus bersama Taemin.. aku.. aku aku terlalu lemah jika harus menjaga Taemin. Kau tau kan Key, Taemin seperti apa. Aku.. Aku membutuhkan orang yang sepertimu Key, cobalah untuk mendengar kata hatimu sendiri Key"
DEG
DEG
PLAK
Satu lagi tamparan mendarat di pipi namja tampan itu.
"Kau....KAU BERANI-BERANINYA MENGHINA TAEMIN KU!" Saat Key berniat menampar Minho lagi. Dengan cepat Minho menarik Key kedalam pelukanya.
Semuanya hilang. Sepi.. Diam.. itu yang dirasakan Taemin. Tiba-tiba pendengarannya kabur. Ia tak mendengar apa-apa lagi. Ia hanya menyaksikan semuanya. Apa yang Key lakukan. Apa yang Minho perbuat. Namun pandanganya mulai kabur. karena air matanya yang tanpa permisi keluar. keluar membasahi pipinya yang telah memerah. menahan amarah.
Kini yang Taemin lakukan hanya menahan tanginsnya. Hanya itu. Terus dan terus ia pandangi kedua sosok yang amat ia cintai dan amat ia percayai. tengah...
Tak ada kata-kata lagi dari mulut Key. karena Minho telah menguncinya dengan mulutnya juga.
DEG
DEG
Sakit. Taemin merasa dadanya sakit. Ia tak mampu mencerna apa yang dilakukan Key dan Minho. Ia terlalu takut. jika ini nyata REAL!!
"Saranghae"
"Nado..Tapi Minho. Aku mohon. Tolong jangan ada yang tau tentang kita!! Jangan!! Jebbal Minho!!"
"Ne. Yaksok!!"
"Gomawo"
"Ne.. Ne. Cheonma"
Terdengar. Ia mendengar apa yang Key minta pada Minho. Dan ia pun berjanji dalam hati. bahwa hanya ia yang mengetahui hubungan Key dan Minho. anni, bukan hanya ia, tapi dan Tuhan.
Taemin tersenyum melihat Key dan Minho yang tengah tersenyum pada satu sama lain. Bolehkah ku bertanya padamu Taemin? Terbuat dari apa hatimu? Masih bisa tersenyum melihat sebuah penghianatan yang amat sangat sakit itu??
Taemin memegang dadanya. Jangan ditanya seberapa sakitnya. karena ini sangat sakit. Sungguh. Ia tak berbohong, Namun tak semua bagian hatinya sakit. Ada beberapa persen yang senang melihat kedua orang yang ia cintai itu tersenyum!!
"Taemin" bisik seorang namja memegang punggung Taemin.
"Hyung..."
"Kajja. Akan ku traktir kau makan eskrim!!" menarik Taemin, namja tampan itu melihat dan merasakan apa yang Taemin rasakan. Ia melihat semuanya. Melihat betapa bodohnya kedua orang itu. Mengutuknya!! Menatap iba kearah Taemin yang terus menangis. Namun kutukan itu sirna, saat melihat senyum di wajah merah Taemin.
"Sungguh manis" bisik Taemin. Namja itu menatap Taemin, dan memeluknya.
"Gwenchana!!" dan ikut menangis. menemani Taemin.
-----------
"Hyung hari ini antar aku kesekolah ne?" tanya Taemin. ini hari Selas. dan seperti biasanya, jika hari ini ia meminta Minho mengantarnya. Dengan segera Minho akan menjawab 'Oh baby, mianhe, kau tau kan. Sekarang hari selasa!! aku mau ke rumah Changmin hyung. Mianhe ne' dan Taemin akan menjawab 'Ne. Gwenchana'
Tapi sekarang berbeda.
"Baiklah. Kajja!!" Minho menarik tangan Taemin.
Bukan hanya itu. Apa yang Taemin minta, Minho akan mengiyakannya. Tanpa mengeluh. Taemin senang. Namun. Ia tau. Itu hanya kepalsuannya. Sungguh bodoh namja ini. Jika ia bersikap seperti ini. Itu akan membuat Taemin lebih curiga ne?
-----------
Dan setiap hari. Key akan mengucapkan hal yang sama..
"Mianhe"
"Mianhe? untuk apa umma?"
"Annio, hehehe"
selalu seperti itu. Dan saat malam. Ia akan melihat Minho tak berbaring di sebelahnya. Melainkan menghabiskan waktu malamnya dengan berduaan dengan Key. Karena tidak mungkin ia berduaan dengan key saat siang hari.
Dan jika Taemin ingin pergi kebelakang dan melihat Minho tak ada. Ia lebih memilih untuk menahan nya sampai pagi hari. Walau terkadang ia tak bisa menahannya dan dengan berat hati pergi ke belakang, dan melihat pemandangan yang membuatnya sakit. Ini sakit, dan menyakitkan!!
============
Taemin masih betah melihat kedua namja yang ia cintai itu bersama. tertawa dan bermesraan entahlah, rasa ingin buang air nya hilang seketika.
Selalu seperti ini saat ia melihat Key dan Minho. Mata terus menerus mengeluarkan cairan bening, sedangkan mulutnya tersenyum.
Selalu begitu. Tapi tetap saja ia memegang dadanya. Sakit, masih sakit, sama seperti beberapa bulan yang lalu.
"Taemin?"
DEG
DEG
DEG
=TBC=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar