Minggu, 24 Juli 2011

Hyung/1Shoot

Title : Hyung

Cast : Taemin – Minho – Jjong – Key – Onew

Author : RaeJin

Note : Ehem, ya alloh, saya banyak banget ngutang ff (>/\<)

=1 SHOOT=

==================

“Hyuuuuuung” Taemin bergelayut manja di tangan kekar seorang namja yang duduk di sampingnya.

“YAK LEPAS!” meronta, meminta namja cantik itu melepaskan lengannya.

“Annio. Aku mau dengan hyung ku!!” jawab Taemin.

“YAK. LEE TAEMIN, SUDAH KU KATAKAN AKU BUKAN HYUNG MU” kata namja tampan itu berteriak tepat di telinga Taemin. Namun Taemin hanya terkekeh.

“Tapi aku mau jadi saengmu hyuung” manja Taemin.

“Tapi aku tak mau menjadi hyung mu” melepaskan tangan Taemin yang bergelayut manja di tanganya.

“TAEMIN Sunbae mencarimu” teriak seorang namja tepat di depan pintu kelas. Taemin membulatkan matanya lucu. Dan segera berlari kearah pintu kelas.

“Annyeong Jjong hyung, nanti kita berbincang lagi” teriak Taemin, dan sosok namja kecil itu pun hilang dari pandangan namja tampan yang masih menatapnya sebal.

“Ckckckc kau hyung yang kejam” Onew menggelengkan kepalanya. Menatap Jonghyun yang menatapnya tajam.

“SUDAH KU BILANG AKU BUKAN HYUNGNYA” teriak Jonghyun frustasi.

“Waeeee? Tapi dia imut kan? Jika aku menjadi kau, aku akan benar-benar menjadikan dia dongsaengku. Uuuh very cute” kata Key.

“YAK! Kau tau, semenjak aku terlibat drama yang mengharuskan aku berperan jadi hyungnya, hidupku jadi hancur berantakan. EGGHH” Jonghyun meremas kepalanya.

“Tapi lucu eoh?”

“Iyah. Lucu sekali” Jonghyun tersenyum “TAPI MENYEBALKAN!” lanjutnya “Sudahlah, cari topik lain, aku malas membahasnya”

============

“Hyuuuuuuuuuuuuung” Taemin berlari mendekati namja tampan yang mempunggunginya.

"Annyeong Taeminnie" tersenyum saat namja cantik itu tepat berdiri di belakangnya.

"Kekekke" terkekeh melihat namja tampan di depannya yang mengeluarkan jurus flaming charismanya. "Hehhe. mian menunggu lama Minho hyung" Taemin tersenyum manis kearah namja di depannya.

Minho menggelengkan kepalanya "Annio. Gwenchana dear!" mengelus pelun rambut Taemin. Dan bisa melihat namja wajah namja cantik itu memerah.

"Kajja" ajak Taemin, mengajak namja tampan yang sudah resmi menjadi pacarnya sejak 8 bulan yang lalu.

============

"Taemin, tolong ambilkan buku ke perpustakaan" suruh songsaemin pada Taemin.

"Huiih, kan banyak pak! Masa saya sendiri?" tanya Taemin. Hei. di kelas itu ada 30 murid.

"Baiklah, kau bisa meminta satu orang menemanimu" kata Songsaemin.

"Baiklah. Jjong hyuuuung~" senang Taemin. Sedangkan Jonghyun menatap tajam Taemin. 

"YAK KA-"

"Cepat Kim Jonghyun, pelajaran akan dimulai" belum sempat Jonghyun mengutarakan isi hatinya (?) perkataanya telah di potong oleh songsaemin.

"Ne" akhirnya Jonghyun bangkit dari duduknya dan menghampiri Taemin yang tersenyum senang kearahnya.

===========

"Aduuuhh.. aaaahhh.. wiiih" Taemin terus menggoyangkan tanganya ke kanan dan kekiri, untuk menjaga keseimbangan. Jonghyun menatap Taemin yang tertinggal jauh di belakangnya. Memutar kedua bola matanya dan menghampiri Taemin. Mengambil sebagian buku Taemin.

"Kau memang hyung yang baik. Gomawo" Taemin tersenyum kearah Jonghyun. Jonghyun menatapnya tajam.

"SUDAH KU KATAKAN AKU BUKAN HYUNGMU. ERRGG" pergi meninggalkan Taemin yang terkekeh.

==========

"Hyung. Aku tidak bisa soal nomor 3" kata Taemin, menghampiri bangu Jonghyun.

"Yang mana?" tanya Jonghyun menatap buku yang di pegang Taemin.

"Ehem.. Cieee hyung dan saeng yang lagi akuur" canda Onew yang mendapat sambutan tatapan tajam dari mata Jonghyun.

"Sudah kau pergi kebangku mu sendiri. Sanah!" Jonghyun mendorong tubuh Taemin menjauhi bangkunya. Taemin memajukan bibirnya lucu.


============

"Kau dekat sekali dengan Jonghyun" tiba-tiba Minho bersuara saat mereka baru selesai makan siang.

"Eh? Tentu saja" jawab Taemin "Aku... Aku memang ingin mempunyai hyung.. Hah... Hyungku. Lee Taesun, sudah pergi mendahuluiku karena kecelakaan, dan aku sangat menyanginya. Dann untuk beberapa waktu, aku tidak ingin keluar dari rumah. Sampai kedua orang tuaku mengusulkan untuk pindah ke Seoul. Awalnya aku menolak. Tapi.. mungkin dengan begitu aku bisa melupakan Taesun hyung... Hah... Aku dan Taesun itu sangat dekat. Bahkan kami bisa dibilang bercermin jika kami sedang bersama, jika aku jatuh, pasti Taesun hyung yang akan menggantikan aku menangis. begitu sebaliknya.. Hah... sudah hampir 5 tahun aku tinggal di Seoul. Aku mulai terbiasa, sampai aku bertemu dengan Jonghyun. Awalnya aku mengira ia hanya teman sekelasku yang baik saja... Namun saat aku bermain di drama yang sama dengannya. aku merasa... meras melihat Taesun di dalam tubuh Jonghyun. Jadi karena itu. Aku selalu mengganggap Jonghyun sebagai hyungku. Hehehe" Taemin bercerita panjang lebar. "Loh. Ko aku marah curhat sih? Ekekke" Taemin menyeka air matanya. Minho menatap wajah Taemin. Menariknya agar sejajar dengan wajah Minho.

Dengan lembut, Minho mengusap air mata yang masih mengenang di pipi tirus Taemin "Gwenchana ne?" tanya Minho. Taemin mengangguk.

============

"Hyung, aku membawakan bekal untukmu" saat bel tanda pelajaran berakhir, Taemin segera berhambur menghampiri bangku Jonghyun. Dengan sebuah bekal di genggamannya.

"Eh?" Jonghyun menatap bekal itu dan kemudian menatap tajam Taemin "Tidak ada racunnya eoh?" tanya Jonghyun curiga. Taemin terkekeh melihat tingkah 'hyung' nya itu.

"Annio. Mana mungkin aku ingin meracuni hyungku sendiri. Aku membuatnya dengan penuuuuuuuuuuuh cinta" jelas Taemin panjang lebar.

"Sudah ku bilang. aku BUKAN HYUNGMU" Jonghyun masih menatap Taemin tajam. Taemin hanya terkekeh.

"Tapi aku dongsaengmu" jawab Taemin.

"Terserah lah!" 

===========

"Minho hyuuung" Taemin terengah-engah mengejar Minho.

"Wae Taemin-ah?" tanya Minho hawatir.

"Hehehe. Gwenchana. Aku hanya ingin memberikanmu ini. Bekal" Taemin menyerahkan bekalnya kepada Minho.

"Untuku?" tanya Minho. Taemin mengangguk mengiyakan. "Huaaa gomawo Taeminie" Minho tersenyum kearah Taemin. Seberapa cintanya Minho pada namja di depannya? Sangat cinta. Begitupun sebaliknya.

===========

"Hyung. Sekarang aku akan pergi ketoko buku. Kau antar aku ne?" tanya Taemin kepada Jonghyun yang menatap tajam Taemin dan menghembuskan nafas nya berat.

"Tolong jangan seenaknya Lee Taemin, sudah kukatakan aku bukan hyungmu. Eish jinja" Jonghyun kembali memfokuskan dirinya pada buku yang dibacanya.

"Ish hyung, kau tak sayang aku!" Taemin pergi meninggalkan bangku Jonghyun.

"Ckckckc. Kau benar-benar hyung yang jahat" Onew yang sedari tadi memainkan bolanya, namun dengan cermat mendengar pembicaraan itu. 

"Terserahlah"

============

"Hyung. Menurutmu, Lebih bagus yang kuning apa biru?" tanya Taemin, mengacungkan kedua buku yang berbeda warna.

"Terserah kau saja lah. Ayook cepat" Jonghyun terus menerus melihat jam dipergelangan tangannya.

"Oh, nenene. aku beli keduannya saja" Taemin senang dan berjalan kearah kasir.

===========

"Hueeeeeee. Hyung jangan tinggalkan aku!!" Taemin menangis di dada bidang Minho. Ck Minho hanya bisa menggelengkan kepalanya. Melihat Taemin yang bermanja-manjaan padanya. Padahal ia hanya pergi dua hari, untuk perlombaan Sepak bola sekolah.

"Ne. Aku cuman pergi 2 hari saja. Taeminnie!" Minho mengusap pipi Taemin, dan menghadiahinya sebuah kecupan manis.

============

"Annyeong hyung!" Taemin berjalan mendekati Jonghyun yang duduk di bangkunya.

"JANGAN PANGGIL AKU HYUNG!" Jonghyun melirik kearah Taemin dan kembali fokus dengan buku yang ada di tangannya.

"TAEMINNNNNN" tiba-tiba sebuah teriakan menghancurkan pagi yang cerah itu. Key segera berlari kearah Taemin dan memandangnya pucat.

"Waeyo?" tanya Taemin.

"Kau harus melihatnya sendiri" Key menarik lengan Taemin dan membawanya kearah mading sekolah.

"Ada apa?" tanya Onew yang baru saja tiba. Jonghyun hanya mengangkat bahu.

============

DEG

Taemin hanya terpaku menatap selembar kertas itu. Sebuah berita, yang mengabarkan, kecelakaan mobil rombongan yang akan pergi untuk bertanding sepak bola. Tadi pagi pihak sekolah sudah mengumumkannya. Tapi karena Taemin yang datang terlambat. Ia melewatkannya.

Taemin segera berlari kearah pemakaman, dimana Minho akan dimakamkan hari itu juga. Banyak teman-teman dan guru yang sudah pergi. Tapi yah, karena keterlambatan itu juga Taemin harus berlari seperti sekarang.

Padahal baru kemarin Minho janji akan kembali dalam waktu dua hari.

Jonghyun, Onew dan Key segera menyusul Taemin.

============

Taemin menatap batu nisan itu. Batu nisan yang bertulisan namja yang ia cintai. Kenapa? Kenapa ini harus terjadi. Taemin menangis sejadi-jadinya. Onew dan Key hanya bisa menatap iba Taemin. Kemudian pandangan mereka teralih pada Jonghyun yang mulai mendekati Taemin. Mendekap Taemin dalam pelukannya. Dan Taemin masih menangis.

"Gwenchana. Taemin-ah" Jonghyun menepuk-nepuk pundak Taemin, menenangkannya.

"Hiks.. Hiks" hanya bunyi tangisan yang terdengar kini. "Gomawo hyung. Kau memang hyung yang baik!" kata Taemin di sela tangisnya.

"YAK! Sudah ku katakan aku bukan hyungmu!" kembali membantah. Dan semakin mempererat pelukannya.

===========

Bukan. Bukan hanya panggilan 'hyung' yang ia mau dari seorang Lee Taemin. Bukan hanya sekedar hyung, jabatannya di hati Taemin. Ia ingin lebih. Ia begitu mencintai sosok kecil itu. Selalu menatap dingin dan berprilaku kejam pada Taemin hanya karena ia tidak mau hanya di pandang sebagai seorang kaka. Ia meminta lebih!!

"Sudah beres bos" suara berat seorang namja di balik telpon.

"Ne. Kau sudah menghilangkan segala bukti eoh?" tanya namja tampan itu dingin.

"Tenang bos. Mereka akan menganggap ini. murni kecelakaan, kau tenang saja bos" suara disana mencoba membuat klien nya tenang.

"Bagus. Nanti akan ku transfer uangnya" 

PIP

Mematikan ponselnya dan menatap tajam ke arah buku yang ia baca.

"Annyeong hyung!" sapa Taemin yang baru saja masuk kedalam kelas. Kelas sedang dalam keadaan sepi, karana kelasnya sedang berolah raga, sedangkan Taemin masuk kesiangan.

"JANGAN PANGGIL AKU HYUNG!" karena kini kau jadi miliku. Hanya melihatku.


=THE END= *die*

maafkan sayah (>/\<)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar