Title : Entah
Genre : Angst
Author : RaeJin
Pairing : TaeMinho and other
SUKA GAK SUKA BILANG SUKA #ditampar *smile*
-HAPPY READ-
===============
"Mianhe, Jeongmal chagi, aku tidak bisa pulang lagi!" lagi dan lagi. Huft namja mungil itu tersenyum mendengar suara namja tampan di sebrang sana.
"Gwenchana hyung" lirih dari bibir tipis itu.
"Chagi mian ne, Jeongmal Mianhe" Ck lagi-lagi meminta maaf.
"Ne Minho hyung gwenchana" tersenyum.
"Chagi sudah dulu ne. Annyeong" PIP telpon terputus.
"Annyeong hyung" bahkan sebelum namja cantik ini membalas salamnya.
Hei kau tau? Ini sudah sering terjadi, mungkin berpuluh-puluh kali. Dan siapa yang bisa tahan tinggal di apartemen ini sendiri, malam hari. Tak hawatir kah namja tampan itu? Awal-awal ia bisa menerima tapi saat ia tau, mengapa namja tampan itu pulang telat? Hah, rasanya sakit, Sungguh!!
kutahu, kau selingkuh
kau duakan cintaku yang tulus
Melangkah gontai menuju meja makan, tepat di atas meja makan ada makanan kesukaan namja tampan nya, tapi toh akan sia-sia bukan? Dan tak mungkin namja cantik ini menghabiskan nya sendiri. Terlebih, selera makanya telah hilang.
BYUUUR
Membuang satupersatu makanan yang masih hangat, bukan, tapi masih panas. Tentu saja karena namja cantik ini baru saja membuatnya bersusah payah dan sekarang ia sendiri yang membuangnya juga.
Berjalan gontai dan sampai di sebuah ruangan tepatnya kamar ia dan namja tampannya yang kini tengah asik dengan namja atau yeoja di luar sana! Terisak, tidak terlalu keras, namun mampu membuat orang yang mendengarnya ikut sedih.
"Hyung appo" lirihnya, memegang dadanya.
kau tahu, diriku
tak pernah berpaling dari dirimu
=================
Hari yang cerah di Minggu siang ini. Taemin tengah asik membuat makanan untuk namja tampan nya di kantor, Yah walau hari Minggu tapi kantor tetap sibuk eoh? Batin Taemin.
Taemin sengaja tak memberi tahu namja tampanya yang barusan menelpon akan pulang malam. Yah mungkin ia kelelahan tidak salah kan jika Ia datang dan memberikan makanan ini, mungkin namja tampan nya itu telat makan bukan?
"Finish" senang Taemin memandang makanan yang telah di bungkus rapi di depan mejanya.
Langkah Taemin terhenti saat sampai di kantor Minho. Matanya terbelalak melihat kantor itu terkunci.
"Permisi" teriak Taemin di luar kantor besar milik Minho itu. Tak ada jawaban, saat ia ingin menelpon Minho tiba-tiba ada yang menghampirinya.
"Ah ne" membungkuk. Ternyata itu satpam kantor ini, dan memang sudah mengenal Taemin. "Tumben anda kemari, apa ada sesuatu?" tanya satpam itu sopan.
Taemin mengkerutkan alisnya, sungguh ia dibuat bingung "Kenapa kantornya di kunci?" tanya Taemin menunjuk pintu kantor yang tertutup rapat.
"Ah tentu saja hari ini libur. Apa anda ketinggalan sesuatu di dalam?" tanya satpam itu lagi.
"Tapi Minho hyung?" tanya Taemin pada dirinya sendiri. Membuat otaknya berfikir kesana-kemari.
"Ah tuan Minho, Ia tidak datang. Dari pagi saya menjaga di sini dan tidak melihat Tuan Choi bahkan pegawai lain" jawabnya sopan.
"Jinja?" tanya Taemin. Kaget? Tentu saja. "Ah baiklah kalau begitu. Annyeong" Taemin berjalan menuju mobilnya, namun langkahnya terhenti membalikan badan "Kau pasti belum makan siang, Kau mau?" tanya Taemin menunjukan bekal yang sengaja ia buat untuk Minho. Satpam itu mengangguk senang, memang ia belum makan siang, berjalan mendekat dan menerima bekal itu "Tapi kau harus berjanji jangan memberi tau Minho hyung ne?" tanya Taemin, satpam itu mengangguk mengiyakan. "Yaksok?"tanya Taemin lagi.
"Ne Yaksok" jawab Satpam.
tega nya kau dustai semua
janji kita berdua
"Ah mungkin sedang rapat di luar kantor" bergumam untuk membuat dirinya tegar.
================
"Hyung kau dari mana?" tanya Taemin saat Minho pulang.
"Ah chagi" mengecup puncuk kepala Taemin, dan berjalan menuju kamar "Tentu saja aku dari kantor, Wae?" tanya Minho mengganti pakaianya.
"Oh" Taemin mengangguk, padahal ia tau namja di depannya sedang berbohong "Kau mau kemana?" tanya Taemin saat melihat Minho menggunakan jas baru dari lemari.
"Ah mian chagi, kau tau kan aku sedang sibuk-sibuknya, sekarang aku mau pergi rapat" jawab Minho, berjalan maju tanpa memperdulikan Taemin.
Taemin membatu menatap tubuh kekar itu berjalan menjauh. "Lagi?" tanya Taemin, namun sudah pasti ia tak mungkin mendapat jawaban karena Minho sudah hilang di balik pintu.
Taemin melangkah gontai menuju ruang TV dan pandangan nya tertuju pada dokumen yang harus nya di bawa Minho rapat. Taemin segera mengejar Minho, tapi saat ia sampai saat Minho menyalakan mobil dan menjauh bersama mobilnya. Taemin terus berteriak namun Minho tak mendengarnya.
Tak mau membuat Minho malu, Taemin segera menyetop taksi dan naik.
==============
Taemin menatap tak percaya saat Minho datang ke sebuah rumah yang cukup besar, begaya klasik. Taemin menyuruh supir Taksi itu untuk menjaga jarak dengan mobil itu. Entah lah Taemin menjadi penasaran,
Tak lama dari rumah itu keluar seorang namja cantik, Tersenyum dan melambaikan tangan pada Minho, Taemin tak bisa melihat Minho membalas atau tidak, karena jaraknya yang cukup jauh.
Namja cantik itu menaiki mobil Minho. Mobil Minho pun melaju.
==============
DEG
DEGDEG
Betapa kagetnya Taemin saat Minho memasukan mobilnya di sebuah restaurant romantis di kawasan elit. Minho membukakan pintu mobil nya untuk namja manis itu. Padahal ia tak pernah melakukannya pada Taemin.
Taemin turun dari Taksi menyuruh supir itu untuk menunggunya. Yah walaupun Taemin hanya menggunakan baju rumahan, tapi ini sudah termasuk rapih.
Taemin terus membututi mereka dari belakang. Hingga mereka duduk di kursi luar yang sangat indah menghadap danau yang berkelap-kelip, sungguh indah. Membuat Taemin takjub sebentar.
Taemin duduk di sebelah Minho yang posisinya sedang membelakanginya. Kursi di sini seperti sofa, besar dan tinggi ada kemungkinan ia tak terlihat.
"Alasan apa lagi yang kau buat hyung?" namja manis itu mulai membuka pembicaraan saat mereka sudah memesan.
"Hahaha" tawa Minho "Emmm, aku berbohong untuk pergi rapat" jawab Minho.
DEG
Apa yang mereka maksud dirinya.
Tes
Beberapa air mata lolos dari mata bening milik Taemin.
"Ish hyung, bagaimana jika ia tau?" tanya namja manis itu lagi. Kini ia mulai bermanja di tangan kekar Minho.
"Emm, itu tidak mungkin" jawab Minho mengelus pipi tirus namja manis itu.
"Wae?" tanya nya.
"Karena ia babbo Hahahaha" tawa Minho. Tak sadar kah ia, di sebelahnya ada seorang namja cantik yang tengah menahan isaknya.
"Ish hyung, aku seriuuuuuuus" manja namja manis itu memajukan bibirnya manis.
CHU~
Minho tak bisa menahan untuk tak menyentuh bibir manis itu. Namja manis itu sontak kaget. "Ish hyung genit" malunya.
"Wae? Kau tak suka aku cium Dongho-ah?" tanya Minho tersenyum jail.
"Ish hyung nakal" menutup mukanya dengan kedua tangan nya, menutupi mukanya yang kini bersemu merah.
"Hahahaha" tawa Minho menggelegar.
Taemin diam. Menahan isaknya. Sakit, sungguh sakit. Yah benar ia memang babbo. Taemin tak bisa diam lagi. Ia segera pergi dari tempat itu.
Entah masih kah ada cinta dihatiku
untuk mu
==================
Yah, sejak saat itu Taemin tau bahwa Minho bermain di belakangnya. Tapi ia hanya diam, tak berani marah, melabrak sampai membetak Minho. Entah ia tak tau mengapa.
Bukan cuma sekali atau duakali ia melihat Minho begitu, mungkin sudah berkali-kali, tapi Taemin hanya bisa diam, merasakan sakit luar biasa di dadanya itu. Dan sakit itu akan pergi. Hatinya telah terlalu sakit, saking sakitnya hatinya sudah tak bisa merasa kan debaran atau sakit saat bertemu Minho. Perlahan-lahan rasanya pergi.
entah kapan kah ku dapat membuka hati ini, untuk mu.
==================
"Taemiiiiiiin aku pulaaaaaaaaaaaaang" teriak Minho saat masuk rumah namun hening sepi. Rasanya ada yang aneh, biasanya saat ia pulang lebih cepat namja cantik nya itu akan berhambur memeluknya, Yah walau itu jarang sekali namja tampan ini pulang cepat.
"Taemin-ah?" tanya Minho berjalan menuju kamarnya. "Huft mungkin sedang pergi. Huaaaaah parfum Kevin masih menempel di bajuku, Ck ia terlalu banyak memakai parfum, lebih baik aku mandi dulu" berjalan menuju kamar mandi, tanpa menoleh ke belakang.
Taemin masih diam membatu. Niatnya untuk mengagetkan namja tampanya itu hilang secara tiba-tiba. Sungguh ini sakit. Terisak. "Hyung, ini sakit. Jeongmal appo hyung" terduduk. Masih menatap tempat kosong yang tadi di tinggali Minho.
tak pernah ku bayangkan
cerita kita berakhir begini
================
"Taemin aku kan lapaaaaaaaar" keluh Minho saat berjalan menuju meja makan dan kosooooong tak ada makanan.
Taemin tak menjawab masih sibuk dengan pekerjaan nya di kamar. Minho yang merasa di abaikan langsung marah dan berjalan menuju kamarnya.
"Taem.." kata-katanya terhenti saat melihat Taemin dengan koper di belakangnya "Ka..kau, ma...mau ke mana?" tanya Minho kaget. Taemin tak menjawab dan terus berjalan melewati Minho dan langkahnya terhenti saat Minho mencekal tanganya kasar. "AKU TANYA KAU MAU KEMANA HAH?" teriak Minho.
"Lepas" Taemin melepaskan genggaman tangannya dari tangan besar Minho "Aku akan pergi jauh dari hidupmu" jawab Taemin, Minho geram dan.
PLAK
Minho menampar Taemin. "KAU MAU PERGI KEMANA HAH?" tanya Minho.
Taemin memegang wajahnya yang panas, menatap geram Minho "SIAPA KAMU HAH? BERANI-BERANINYA MENAMPARKU!" teriak Taemin.
Minho terdiam menatap Taemin yang mulai menangis, tapi matanya masih menatap tajam kearah Minho. Terbesit rasa bersalah Minho.
"Mian, aku sedang cape" ucap Minho memeluk tubuh Taemin yang kini terisak. Perlahan Taemin melepaskan pelukan Minho. Tangisnya sudah berhenti.
"Gomawo untuk semua nya hyung" ucap Taemin tersenyum dan melangkah pergi.
GREP
"Kau mau kemana?" tanya Minho lirih, mencekal tangan Taemin.
Entah masih kah ada cinta dihatiku
untuk mu
"Tentu saja aku akan pergi hyung" pelan Taemin mendorong tangan Minho dari gengamanya.
"Taemin aku mohon, aku sedang lelah, jgn bercanda ne? Lebih baik kau pergi beli makanan saja" jawab Minho sedikit meninggi.
"Kau pikir aku bercanda hyung. Ahhh arra arra. kau lelah karena sudah menghabiskan waktu dengan Kevin eoh? Atau Dongo, ah atau dengan namja lain?" tanya Taemin meninggi.
"Ap..ap..pa ma..ksudmu?" tanya Minho tergugup.
entah kapan kah ku dapat membuka hati ini, untuk mu
"Sudah lah hyung, dari awal aku memang tau! Jadi biarkan aku pergi, dan kau lebih baik minta makan sana pada namjamu" lirih Taemin meninggalkan Minho yang masih membantu tapi sedetik kemudian tanganya mencekal tangan Taemin.
"Mian" lirihnya. "MIANHE JEONGMAL. AKU HANYA MAIN-MAIN DENGAN MEREKA. AKU.. aku.. aku hanya mencintaimu. Kumohon, aku berjanji tidak akan begitu lagi" janji Minho.
"Entah masih kah ada cinta dihatiku untuk mu.. Entah kapan kah ku dapat membuka hati ini, untuk mu. Mian" Taemin pergi mengabaikan teriakan Minho.
Minho terdiam menatap pintu yang di lalui Taemin. Tersenyum sumbang. "Seharusnya ku tau dia tidak sebodoh yangku kira" lirihnya "LEE TAEMIN MIANHE. Huu huu huu" tangis Minho, setelah menyadari hatinya telah hilang.
"Yah kau benar. Kau mungkin bisa hidup tanpaku. Tapi aku tak mungkin bisa" perlahan Minho berjalan menuju beranda depan dan
BRUK
Menjatuhkan dirinya sendiri.
===============
"Ne hyung. Aku sedang di bandara. Tunggu aku ne!" Taemin tengah menelpon hyungnya yang sudah menanti Taemin di Jepang. Yah Taemin memilih tinggal di Jepang.
"Ne. Hati-hati ya! Jangan lupa kau bawa oleh-oleh untuk hyung mu ini hehehe" candanya.
"Ahahaha. Arra hyung. Baiklah hyung, sudah dulu ne pesawatnya mau lepas landas. Annyeong"
"Ne. Annyeong"
PIP
================
"Jinki" namja berpipi chubby yg di panggil membalikan badanya menghadap namja cantik yang tengah berlari menghampirinya. "Wae kibum-ah?" tanya Jinki.
Kibum tengah menahan isaknya. Menarik tangan Jinki untuk melihat televisi yang sedang meliput berita.
"Pesawat dengan Nomor 239348 (Jepang - Korea) baru saja mengalami tabrakan dengan pesawat 257468 (Korea-Jepang). Kedua pesawat ini rusak parah dan di kabarkan semua penumpang tewas. Penumpang dari pesawat 239348 (Jepang - Korea) diantaranya Jung Ktystal....."
DEG
Jinki dan Kibum mulai membatu saat pembawa acara berita itu menyebutkan korban tewas satu persatu.
"Dari pesawat 257468 (Korea-Jepang) korban tewas adalah Kwon Yuri............. Lee Taemin"
DEG
DEG
"Lee Taemin" ulang Kibum.
"Bagi anda yang merasa mengenal korban bisa datang ke rumah sakit OMG, dan korban tewas akan segera di otopsi"
KLIK
==================
=THE END=
Note : Lalalalallaalala ANEH NYA =.=
AYOOOOO YG BACA RCL yang gak di sumpahin tergila-gila pada ff saya loooh #nyumpahin #plak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar