Title : Backstreet
Author : RaeJin
Cast : Onew, Jonghyun, Key, Minho, Taemin (lg rajin nulis)
Note : YANG GAK SUKA YAOI MINGGAT AJA DENG!! JANGAN BACA!!
Part 1
http://www.facebook.com/note.php?note_id=218129498230518
============
"Minho kau tidak akan menyesal?"
"Apa maksudmu hyung?"
"Anni. hanya saja... Ah lupakan!"
"Hyung..."
"Minho aku tutup ne. Annyeong!"
"Hyung.. Minseok hyung?"
TIIIIT
============
"Taemin" berbisik, tidak berniat mengeluarkan keganduhan. Menepuk pelan pundak Taemin.
DEG
Taemin kaget dan membalikan tubuhnya dan berjalan kearah tembok yg bisa menutupi tubuhnya dan tubuh namja tampan itu.
"Hyung" bisik Taemin.
"Kau..." namja tampan itu menjulurkan kepalanya ingin melihat apa yg sedang di lihat namja cantik itu, dan beralih menatap Taemin "Gwenchana?"
"Ne. hyung, gwenchana" mengeluarkan senyum manisnya. Entahlah saat melihat namja tampan di depannya itu, membuat air namja cantik ini mengering.
"Kau mau kekamar mandi em?" tanya namja tampan itu "Mau ku antar?"
"Annio hyung. sudah tadi. Gomawo!" Taemin tersenyum. Namja tampan itu mengelus kepala Taemin dan tersenyum.
"Cepat tidur!!" Taemin mengangguk dan pergi kedalam kamarnya.
============
"Pagi baby" seperti biasa, menyapa sang baby nya.
"Ne, pagi umma!" sapa Taemin.
Taemin bisa melihat bahkan terlalu terang-terangan apa yang dilakukan Key dan Minho. Key yang duduk di depan Jjong dan Minho yang duduk di sebelahnya, bersebrangan dengan Key. Taemin dapat merasakan, mereka saling memandang, menatap, seolah berbincang dengan bahasa batin mereka.
Taemin lebih memilih menunduk dalam. Ia.. ia tak mau melihatnya, dan ia dapat merasakan kehawatiran dari hyungnya yang kini menatap Taemin cemas. Taemin memandang hyungnya itu dan tersenyum seolah mengatakan, ia baik-baik saja.
Karena namja tampan itu pun dapat merasakan kontak batin antara Minho dan Key.
=============
"Taemin" lagi. Onew memandang Taemin hawatir. Mengapa? Karena ia harus membiarkan maknaenya itu pulang sendiri, sedangkan Jjong berdiri di sisi lainya yang sama memandang hawatir kearah Taemin.
"Hyung. Gwenchana" Taemin tersenyum dan mengangguk mantap.
"Taemin!" namja tampan itu menarik Taemin kedalam pelukannya, membuat namja disebelahnya menatap heran. Namja tampan itu berbisik "Minho dan Key ada di rumah!" Yah Minho dan Key memang tidak mendapat jadwal. Anni, tepatnya belum mendapatkan jadwal.
"Ya.. Hyung wae em?" tanya Taemin melepaskan pelukannya. Dan memandang hyungnya itu.
"Taemin.. Bagaimana jika kau menunggu ku pulang?" tanya namja tampan itu.
"Ish, hyung gwenchana!" Taemin tersenyum dan mendorong kedua hyung nya untuk pergi.
"Sana Sana. ini sudah telat. Jarak antara SME dan drom kita itu dekat hyung. Tak usah hawatir ne?" tanya Taemin.
"Jinja?" tanya Jjong masih enggan meninggalkan maknaenya.
"Ne" Taemin mengangguk mantap.
"Kurasa maknae SHINee kini tumbuh dewasa" terkekeh.
Namja tampan itu masih enggan beranjak. Tersenyum "Annyeong" dan berbalik
===========
Taemin melangkahkan kakinya pelan, memasuki dromnya.
"Hyung" panggil Taemin pelan. Namun tak ada yg menjawab. Dia berfikir bahwa Key dan Minho tak ada di drom, mungkin mereka berdua pergi. Taemin hendak masuk kekamarnya, namun pandangannya terarah pada pintu beranda depan sedikit terbuka.
Taemin sedikit berlari kearah kamar Onew, yang tempatnya memang bersebelahan dengan beranda, sehingga Taemin bisa melihat semua yang ada di beranda.
Ia menyibak sedikit tirai yang menghalanginya, namun hanya sedikit, dan hanya muat untuk kedua mata mungilnya.
Ia terdiam memandang pemandangan di luar. Hari yang menjelang sore dan Ia melihat Key yang terduduk membelakangi Minho dan Minho yang juga terduduk memeluk perut Key dari belakang. Key merebahkan kepalanya di tangan kekar Minho. Sakit? Jangan ditanya. Tapi entahlah ini, tidak terlalu sakit, atau mungkin hatinya memang sudah kebal?
Taemin tersenyum sebelum melangkahkan kakinya keluar dari kamar Onew, memandang pintu beranda yang masih terbuka sedikit.
Dan melangkahkan kakinya keluar drom.
==============
STILL IN MY ROOM
jamdeuljee anhnun bameh nuneul
gamah geunyeorul ddeoohlreendah
ahmugeotdo muhlrahtdeon naegah
neomu meewoseo
buhleul keegoh bangeul duhlreobundah
hweemeehageh bahlahooneun
duh nunee meomchun goht
beoreejee mothaetdeon saengsheelseonmuhl
keureego neo
keu mohdeun geot
Cause you were my sun, the moon
nae jeonbuyeotdeon neo
nae bangeh eetneun modeun geotdeulee neol keureeweohanabwa
neol weehae chatdah jeechyeoseo
neol jamshee eejeodoh
sumgyeonoheun uhreeye chueogee
gadeuk namah cause you’re still in my room
salmeerahneun badahreul
hehmaedah eehleohbeoryeotdeon kkumdeulee
guseokguseok nogaheetneun
chaeksangseorab geu sogeh
sumgyeonohgoh eetdeon neo
meonjee ssaheen sangjah sogeehn
baraejeen sajeengwah
eohreen mamee damgeen pyeonjeedeul keu
reegoh neo
keu modeun geot
Cause you were my sun, the moon
nae jeonbuyeotdeon neo
nae bangeh eetneun modeun geotdeulee neol keureeweohanabwa
neol weehae chatdah jeechyeoseo
neol jamshee eejeodoh
sumgyeonoheun uhreeye chueogee
gadeuk namah cause you’re still in my room
beoreegoh ddo beoryeodo geeohgeun
neoreul dashee buhlreo nohgo
nae apeh anhaseo
uhtgoh eetneun neoreul eegoteh
gahduryeo hahneundeh
Cause you were my sun, the moon
nae jeonbuyeotdeon neo
nae bangeh eetneun modeun geotdeulee neol keureeweohanabwa
neol weehae chatdah jeechyeoseo
neol jamshee eejeodoh
sumgyeonoheun uhreeye chueogee
gadeuk namah cause you’re still in my room
================
Kamar hotel no 88. Di sini lah Taemin berada. Ia memandang keluar jendela. Jendela yang sangat besar. Memandang keadaan Seoul pada sore menjelang malam hari.
Ia terus menerus memutar lagu Still In My Room milik band nya sendiri. Entah karena lirik atau makna lagu itu, yang pasti ia sangat tenang mendengarnya. Matanya terus memandang dingin kedepan. Masih ada sisa air matanya.
Taemin melarikan diri. dan disinilah ia berada. Ia.. Ia hanya membutuhkan ketenangan sekarang, ia sudah putuskan untuk merelakan Minho, untuk apa di pertahankan jika hatinya telah membeku? Itu hanya akan memperburuk keadaan kan?
Drttt Drttt Suara ponsel Taemin menghilangkan lamunannya. Awalnya masih ia abaikan, namun lama-kelamaan ia merasa terganggu dan berjalan kearah ponselnya.
"Yob-..."
===========
"Key" bisik Minho tepat di telinga Key.
"Em?" tanya Key, yang masih dipelukan Minho.
"Kurasa..." Minho menggantung kata-katanya.
"Hiks..." Minho melepaskan pelukan nya, melihat Key yang sudah terisak, menundukan kepalanya. "Key.. Key gwenchana?" tanya Minho panik.
"Ne" jawab Key masih terisak "Minho.." Key mengadahkan kepalanya "Mungkin... Mungkin, ini harus di akhiri" kemudian menunduk lagi.
"Key" Minho mengusap lembut pipi Key, yang terus di banjiri air mata.
"Aku hiks... Aku tak bisa hiks.. jika terus seperti ini... aku.. aku tak ingin terus menyakiti Taemin, dan... ku rasa... memang hiks... ini saatnya... hiks kita.... hiks.. mengakhirinya"
"Ne Key" Minho menunduk, menatap lantai dingin. Berjalan masuk dan duduk di sofa depan televisi.
"Minho.." Key menghampiri Minho dan duduk di sebelahnya.
"Aku... Kau benar Key, namja macam apa aku ini? Menyakiti malaikat sesempurna Taemin, aku... aku terlalu buruk Key, aku... aku tak pantas mendapat-"
"Anio" Key segera memotong ucapan Minho "Jika ada orang yang disalahkan, aku lah orangnya, aku... aku adalah ummanya, dan... dan aku menanghianati Taemin, hiks.. ini salahku... hiks... ini salahku" Key terus terisak.
Minho menatap Key hawatir, mendekat dan memeluknya "Gwenchana Key.. Mungkin... Mungkin kau benar, hubungan ini memang harus diakhiri" Key mengangguk di pelukan Minho
Kurang lebih, posisi mereka begitu selama 2 jam, saling merutuki diri sendiri dan... menyesal.
Key melepaskan pelukannya, dan menatap Minho begitupun sebaliknya. Minho tersenyum.
"Sekarang ini berakhir"
"Tak akan ada yang tau"
"Dan berjanjilah, kita akan melupakan semuanya"
"Semuanyaaaaaaa"
"Aku.. aku mungkin tak akan melupakan beberapa ini Minho, gomawo" Key memeluk Minho.
"Ne. Cheonma" membalas pelukan Key.
Keduannya saling menatap lembut. Dan baru di rasakan oleh kedua mereka, bahwa.. bahwa tak ada cinta di antara mereka, hanya.. sebatas teman. Sebenarnya Minho dan Key, membuat perjanjian, setelah tiga bulan ia tak merasakan apapun, artinya, mereka hanya sebatas TEMAN.
Minho mendekat, begitupun Key, kedua nya mendekat. Dan merasakan bibir satu sama lain.
Ini yang terakhir, dan tak ada lagi. Semua akan hilang dalam pikiran mereka. Mereka akan menganggap ini tak terjadi, dan kembali hidup normal. Dan tak berniat lagi, menyakiti Taemin.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN????"
===========
"Taemin-ah, Kau di mana?" tanya namja tampan di sebrang telpon hawatir.
"Aku, akan pulang hyung" jawab Taemin.
"Baiklah, akan ku jemput, kau dimana?" tanya namja tampan itu.
"Aku di....."
-----------
"Hyung" Taemin setengah berlari mendekati namja tampan di depannya.
"Gwenchana?" selalu pertanyaan yang sama. Taemin memeluk tubuh di depannya dan menggangguk.
"Ne"
"Kajja. Aku traktir kau eskrim" ajak namja tampan itu.
"Jinja?"
"Ne. Sweet heart"
DEG
-------------
"Kita berlomba makan eskrim, yang kalah, harus menggendong yang menang!" ajak namja tampan itu.
Taemin membulatkan matanya lucu. "Ne"
Dan pertempuran (?) pun dimulai. Sesekali kekehan kecil keluar dari mulut imut Taemin. Rasa bahagia menjalar di seluruh tubuhnya. Entahlah ia... ia hanya merasa nyaman!
--------------
"Yes aku menang!" senang Taemin "Hyung gwenchana?" tanya Taemin saat melihat hyung nya sedang meringis memegang giginya yang ngilu.
"Ne. ekekke" jawab namja tampan itu. "Huh appo" manjannya.
Taemin terkekekeh dan mengusap rahang namja tampan itu "Gwenchana?" tanya Taemin.
"Hahahah. Im just kidding honey" menarik Taemin kepelukannya. Dapat Taemin rasakan dadanya bergetar hebat, dan dapat ia dengar detak jantung namja tampan itu.
"Hyung?" panggil Taemin masih di dalam dekapan namja tampan itu.
"Ne Dear?" tanya namja tampan itu.
"Saranghae"
DEG
DEG
DEG
==========
Minho dan Key hanya mematung. Kaget? Yah itu yang dirasakan mereka berdua.
"Hyu.. Hyuuung?"
==========
=TBC=
Note : happy b'day my yeobo #ditendangMinho u,u
Note lagi : Maafkan saya atas kegejean ff ini, ide saya di curi swipper *buka kartu* #pray (?) (>/\<)